|
Indonesia Kekurangan Ahli di Bidang IT |
|
|
|
|
Written by Kuncen Web
|
|
Sunday, 10 October 2010 10:10 |
Bandung - Indonesia kekurangan sumber daya manusia (SDM) di bidang Informasi dan Teknologi. Padahal kebutuhan industri akan SDM IT sangat tinggi.
Demikian diungkapkan oleh Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer (Aptikom) Profesor DR Richardus Eko Indrajit di sela-sela Musyawarah Nasional Aptikom di Hotel Horison Bandung, Sabtu (9/10/10).
"Sekarang setiap 6 menit selalu ada teknologi baru yang muncul di dunia. Bahkan setiap hari ada satu juta serangan ke internet. Ini harus disikapi dengan penyediaan SDM IT yang handal," katanya.
Hal ini, imbuhnya, dikarenakan tidak adanya standarisasi profesi di bidang IT. Tidak seperti profesi lainnya yang memiliki standarisasi dan spesifikasi yang jelas.
"Sejauh ini kita belum memiliki profesi standar seperti halnya profesi kedokteran dengan spesialisasi yang jelas. Padahal di negara luar sudah lama standar profesi lulusan IT ini ada. Misalnya sarjana IT dengan spesialisasi pengamanan atau security IT dan lain-lain," ungkapnya.
Di tempat yang sama, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan (Kapuslitbang) Kemenkominfo RI, DR Cahyana Ahmadjayadi mengungkap bahwa menjawab permasalahan ini, pihaknya telah menggelar program beasiswa S2 dan S3. Selain untuk meningkatkan kualitas SDM, hal ini dilakukan untuk menjawab tantangan kebutuhan industri. Khususnya industri IT.
|
|
|
Google Perkenalkan Calon Pengganti JPEG |
|
|
|
|
Written by Kuncen Web
|
|
Friday, 01 October 2010 13:15 |

Jakarta - JPEG, salah satu format gambar populer, punya pesaing baru yang potensial menggantikannya. Ya, Google resmi memperkenalkan format gambar terbaru yang dinamakan WebP. Apa saja kelebihannya dibandingkan format gambar lain?
WebP diklaim Google akan menghasilkan ukuran file yang lebih kecil untuk file gambar yang sering dibagi. Menurut Google, foto dan gambar lainnya berkontribusi sekitar 65 persen dari semua konten yang diakses melalui web.
Nah, jika file gambar itu di re-encoded atau dikode ulang dengan WebP, seperti dilansir PC Mag dan dikutip detikINET, Jumat (01/10/2010), akan menghasilkan file yang rata-rata 39 persen lebih kecil ketimbang format lain. WebP juga dikatakan bisa mengurangi load pada server, ISP (Internet Service Provider) termasuk operator mobile dan web browser client sendiri.
|
|
|
|
|
|