|

Dalam Pewayangan Sunda
Anoman Perbancana Suta. Kera berbulu putih sakti mandraguna, mempunyai kuku Pancanaka. Putra Hyang Pawana Guru (Batara Bayu) dan Dewi Anjani.
Menjadi senapati (panglima tentara) di Kerajaan Kiskenda. Pada saat perang Alengka, Anoman membantu Batara Rama melawan Rahwana dan bala tentaranya. Anoman pula yang membinasakan Rahwana dengan menjepit tubuh Rahwana dengan dua gunung kembar Sonara-Sonari. Ia juga memiliki umur yang sangat panjang, karena ditugasi menyimpan sukma Rahwana di dalam cupunya.
Memiliki beberapa ajian: Aji Bayubajra (mengeluarkan angin puyuh sebesar-besarnya), Aji Mundri, Aji Kemayan, Aji Pameling, Aji Sepiangin (lompat tinggi bahkan terbang), Aji Triwikrama (tubuh menjadi besar), Bayu Rota (kekuatan atau kecepatan secepat angin), Sirna Bobot (aji untuk meringankan tubuh saat terbang atau pun loncat).
Sejak kecil dibawa oleh Batara Bayu ke Panglawung untuk dididik ilmu pengetahuan dan perang yang dibantu oleh dewa-dewa lainnya.
Karakter Lain
Hanoman (Sanskerta: हनुमान्; Hanumān) atau Hanumat (Sanskerta: हनुमत्; Hanumat), juga disebut sebagai Anoman, adalah salah satu dewa dalam kepercayaan agama Hindu, sekaligus tokoh protagonis dalam wiracarita Ramayana yang paling terkenal. Ia adalah seekor kera putih dan merupakan putera Batara Bayu dan Anjani, saudara dari Subali dan Sugriwa. Menurut kitab Serat Pedhalangan, tokoh Hanoman sebenarnya memang asli dari wiracarita Ramayana, namun dalam pengembangannya tokoh ini juga kadangkala muncul dalam serial Mahabharata, sehingga menjadi tokoh antar zaman. Di India, hanoman dipuja sebagai dewa pelindung dan beberapa kuil didedikasikan untuk memuja dirinya.
Kelahiran
Hanoman lahir pada masa Tretayuga sebagai putera Anjani, seekor wanara wanita. Dahulu Anjani sebetulnya merupakan bidadari, bernama Punjikastala. Namun karena suatu kutukan, ia terlahir ke dunia sebagai wanara wanita. Kutukan tersebut bisa berakhir apabila ia melahirkan seorang putera yang merupakan penitisan Siwa. Anjani menikah dengan Kesari, seekor wanara perkasa. Bersama dengan Kesari, Anjani melakukan tapa ke hadapan Siwa agar Siwa bersedia menjelma sebagi putera mereka. Karena Siwa terkesan dengan pemujaan yang dilakukan oleh Anjani dan Kesari, ia mengabulkan permohonan mereka dengan turun ke dunia sebagai Hanoman.
|